STISIP Bina Putera Banjar kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui pelaksanaan Seminar Hasil Studi Lapangan Kunjungan Lembaga (SLKL) yang digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus dinamis, dimulai dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, serta mahasiswa dari Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Administrasi Bisnis.
Dalam sambutannya, pimpinan STISIP Bina Putera Banjar menegaskan bahwa SLKL bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan ruang refleksi ilmiah yang mempertemukan teori dan praktik secara nyata. Melalui forum seminar hasil ini, mahasiswa didorong untuk mengelaborasi temuan lapangan secara kritis, analitis, dan solutif.
Memasuki Sesi I, 3 (Tiga) kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan tampil mempresentasikan hasil kunjungan mereka dengan tema besar “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah melalui Digitalisasi dan Inovasi Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).” Setiap kelompok mengupas berbagai praktik transformasi digital yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY, mulai dari optimalisasi sistem pelayanan publik berbasis elektronik, penguatan transparansi dan akuntabilitas, hingga inovasi kebijakan yang mendukung efektivitas birokrasi. Diskusi berkembang secara konstruktif ketika peserta seminar mengangkat isu keberlanjutan inovasi, kesiapan sumber daya aparatur, serta tantangan integrasi sistem digital di tingkat daerah.
Sesi II dilanjutkan oleh dua kelompok mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis dengan tema “Transformasi Daya Saing Berkelanjutan: Sinergi Pengembangan SDM dan Model Bisnis di PT Dagadu Aseli Djokdja.” Presentasi ini menyoroti bagaimana PT Dagadu Aseli Djokdja membangun keunggulan kompetitif melalui penguatan budaya organisasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi model bisnis berbasis identitas lokal. Mahasiswa memaparkan strategi perusahaan dalam menjaga relevansi pasar, memperkuat brand positioning, dan mengintegrasikan nilai kearifan lokal ke dalam strategi bisnis modern.
Setiap kelompok diberikan waktu 30 menit untuk memaparkan hasil analisisnya, yang kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Forum diskusi menjadi ruang dialektika akademik yang memperkaya perspektif, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun strategi bisnis berkelanjutan. Pelaksanaan Seminar Hasil SLKL ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di STISIP Bina Putera Banjar tidak berhenti pada transfer pengetahuan di ruang kelas, tetapi diperkuat melalui pengalaman empiris di lapangan yang dianalisis secara ilmiah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara teori, observasi lapangan, dan forum akademik mampu membentuk mahasiswa yang kritis, adaptif, serta siap menghadapi dinamika tata kelola pemerintahan dan dunia usaha di era transformasi digital.

By adm.ak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *